
SURABAYA (Chenghoo.co) – Babak Final Lomba Pemandu Budaya Tiongkok Lokal dalam Bahasa Mandarin dibuka oleh Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Ye Su, Jumat (11/9/2026) sore. Acara yang berlangsung di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Surabaya (Unesa) tersebut pembukaannya ditandai dengan pemukulan gong oleh Ye Su.
Ye Su dalam sambutannya mengatakan, atas nama Konjen RRT di Surabaya dia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Unesa yang telah menggelar lomba ini,” kata Ye Su.

Dikatakan Ye Su, dengan adanya lomba pemandu budaya ini akan semakin memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok yang sudah terjalin sejak lama atau sejak ratusan tahun yang lalu. Ini ditandai dengan muhibah atau pelayaran oleh Laksamana Cheng Hoo.
Menurut catatan sejarah, Muhibah atau pelayaran pertama Laksamana Cheng Hoo ke wilayah Nusantara (Indonesia) terjadi pada tahun 1405. Dalam pelayaran perdana tersebut, armada agung yang dipimpinnya diperkirakan melibatkan sekitar 200 hingga lebih dari 250 kapal dari berbagai ukuran dengan membawa sekitar 27.000 awak kapal.
Sementara itu, Prof Rooselyna Ekawati PhD,. Direktur Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pendidikan Unesa, mewakili Rektor Unesa, mengatakan, Unesa mendukung penuh lomba tersebut. Tak hanya komunikasi diantara kita yang tercipta, tetapi kebudayaan Tiongkok semakin dirasakan oleh masyarakat nantinya.
“Lomba ini sungguh penuh antusiasme. Mengapa? Karena peserta cukup banyak, yakni 197 karya video. Kegiatan ini memiliki potensi untuk berkembang karena dimulai dari SD hingga perguruan tinggi,” katanya.
Dia berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dilanjutkan. Kalau sekarang yang pertama, maka harus ada kedua, ketiga dan selanjutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi terhadap pelaksanaan lomba ini,” pungkasnya.
Yudil Chatim SKM., M.Ed, Analisa Kebijakan Ahli Muda pada Direktorat Jenderal PNFI Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI mengatakan, Unesa berkembang dengan baik.
Ekspansi budaya ini inspirasi besar bagi kita semua. “Saya mengapresiasi tinggi atas terselenggaranya lomba ini. Ini merupakan instrumen penting dalam hubungan RI dengan Tiongkok.
Indah Kurnia, Anggota DPR-RI Komisi IX mengatakan, inilah cara Unesa mengisi Kemerdekaan RI Ke-81 dengan mengadakan lomba atau kompetisi bagi anak-anak hingga perguruan tinggi. Ini menjadi jembatan untuk menjalin persahabatan.
“Saya sangat mengapresiasi. Saya berharap para peserta semakin banyak menemukan budaya apa saja. Dapat memahami budaya. Selajutnya diharapkan dapat menceritakan budaya tersebut. Indonesia terkenal dengan ragam budayanya. Bhinneka Tunggal Ika. Saya berharap, kalian semua ini menjadi penerus budaya,” katanya.
Seperti diketahui, lomba ini pesertanya 197 karya video. Setalah dilakukan seleksi penilaian 64 peserta terpilih sebagai finalis yang terdiri dari 9 peserta kategori SD, 25 peserta kategori sekolah menengah dan 30 peserta kategori mahasiswa.
Sebanyak 33 peserta kategori sekolah dasar dan menengah akan mengikuti babak final secara luring di Universitas Negeri Surabaya. Sedangkan 30 peserta kategori mahasiswa mengikuti babak final secara daring.
“Para pemenang, akan kami umumkan pada 22 September 2026 mendatang,” kata Dwi Lorry Juniarisca, Direktur Confucius Institute Unesa, Ketua Penitia lomba.
Sementara itu, hadir dari Cheng Hoo Surabaya, yaitu HMY. Bambang Sujanto Dewan Pendiri Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Hasan Basri.,S.Sos.I Ketua Pelaksana Harian YHMCHI dan Drs. Esti Nurhodayat., M.Ak Direktur Pendidikan Yayasan Pendidikan Cheng Hoo Indonesia (YPCHI). (H. Erfandi Putra)

