Chenghoo.co
Home » Nakestrad Peduli Sehat Ke -19, Ratusan Warga Wonocolo Antusias Ikuti Bakti Kesehatan Akupunktur
Headline Peristiwa Terkini

Nakestrad Peduli Sehat Ke -19, Ratusan Warga Wonocolo Antusias Ikuti Bakti Kesehatan Akupunktur

SURABAYA (Chenghoo. co) – Gelar Bakti Kesehatan (Bakes) pengobatsn tradisional akupuntur dalam Rangka Nakestrad Peduli Sehat Ke -19, disambut meriah warga Wonocolo Surabaya. Hal ini terlihat dari antrian warga yang kian banyak di bagian registrasi sejak dibuka, terutama dari kalangan perempuan, di gedung kecamatan Wonocolo, Minggu (3/5/2026).

Suryawan, SE., B.Med., M.Med, mewakili para tenaga kesehatan tradisional (Nakestrad) yang berasal dari lintas organisasi pengobatan tradisional hingga perguruan tinggi, mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak 20 Nakestrad untuk mengantisipasi banyaknya warga yang berobat.

“Untuk keluhan, di antaranya sakit pinggang hingga pasca-stroke dan beragam keluhan penyakit lainnya,” katanya.

Muslich Hariadi, Camat Wonocolo, menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), para Nakestrad dan semua pihak yang terlibat atas diselenggarakannya Bakes pengobatan tradisional di wilayahnya. Terlebih, antusiasme warga ternyata cukup besar untuk mengikuti pengobatan di lokasi.

“Mudah-mudahan kerja sama ini bisa terus terlanjut, sehingga akan lebih banyak lagi warga yang bisa memanfaatkan kegiatan Bakes. Apalagi nanti bisa ke tingkat kelurahan-kelurahan,” katanya.

Tidak.hanya warga kecamatan yang antusias mengikuti pengobatan. Sejunlah aparatur pemerintahan juga tak kalah antusiasnya berobat dengan akupuntur. Di antaranya adalah Tamtam. Ia memanfaatkan gelar Bakes tersebut untuk mengobati keluhan di punggung, kaki dan di kepalamya.

“Respon warga luar biasa, sehingga bagian registrasi saya perhatikan kewalahan atasi antrian. Ini sepertinya lebih dari 125 warga yang ikut pengobatan,” katanya.

A. Suliadi (58), warga setempat, mengatakan, ia memiliki keluhan pengentalan darah. Ia sering merasa kesakitan karenanya.

“Rasanya mulai berkurang setelah proses pengobatan. Tadinya terasa ngilu, ini sekarang banyak berkurang,” katanya.

Oei Tjing Yen, Sekretaris YHMCHI, mengatakan, dalam gelar Bakes kali ini target peserta sebanyak 150 orang. Dan rupanya respon warga memang cukup besar.

“Terlaksananya Bakes ini tak lepas dari kerja sama DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, DPD Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), dengan sejunlah perkumpulan atau organisasi pengobatan akupuntur dan pihak kecamatan Wonocolo,” katanya.

Ditambahkan Oei Tjing Yen, perkumpulan dan organisasi akupuntur tersebut, di antaranya, Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), Perkumpulan Naturopatis Indonesia – DPD Jatim, Perkumpulan Pengobat Tradisional Indonesia (PPTI), Perkumpulan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) DPD Jatim,Ikatan Sinolog Indonesia, Kolegium Pengobat Tradisional Interkontinental, World Federation Of Chinese Medicine Societies, Universitas Katolik Darma Cendika, Rumah Sakit Ubaya, Bekerjasama dengan Kecamatan Wonocolo Surabaya. (Tamam Malaka)

Related posts

Pengadilan Tata Niaga Jakarta Pusat Akhiri Sengketa Merek PITI

chenghoo1

Keluarga Besar YHMCHI, DPD PITI Surabaya dan DPW PITI Jatim, Turut Berduka Wafatnya Ibunda Donatur YHMCHI, Ibu Liem Ngok Tjia

chenghoo1

Gabungan Organisasi Tionghoa Gelar Pelatihan Seni Lukis, Kembangkan Potensi UMKM dan Disabilitas Bidang Seni Lukis

chenghoo1