Chenghoo.co
Gaya Hidup Peristiwa

Bakti Kesehatan Pengobatan Tradisional Akupuntur, Digelar Kembali Di CFD Tunjungan Surabaya 

SURABAYA (Chenghoo.co)-DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, DPD PITI Surabaya, dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) kembali mengadakan Bakti Kesehatan (Bakes) Pengobatan Tradisional Akupuntur yang dilaksanakan di lokasi Car Free Day (CFD) di Jl. Tunjungan Surabaya, Minggu (20/7/2025).

 

Oei Tjing Yen, Sekretaris YHMCHI, mengatakan, digelarnya kembali bakes pengobatan tradisional akupuntur tersebut tidak lepas dari besarnya animo masyarakat ketika digelar pertama kali, yaitu pada Minggu (13/7/2025).

 

“Mengingat antusiasme tersebut, kali ini kita menambah fasilitas maupun praktisi hingga dua kali lipat dari minggu kemarin. Sehingga antrian tidak terlalu lama. Jika Dinas lingkungan hidup menyetujui, harapannya Bakes ini bisa digelar rutin, agar akupuntur bisa kian memasyarakat,” katanya.

 

Suryawan, SE., B.Med., M.Med., Ketua PPTII dan Kaprodi D4 Akupunktur dan Pengobatan Herbal UKDC, mengatakan, untuk Bakes episode kedua ini pihaknya menambah jumlah tempat tidur dan praktisi profesional akupuntur.

 

“Mudah-mudahan kegiatan Bakes ini bisa rutin kita adakan, sehingga makin banyak lapisan masyarakat Surabaya yang merasakan manfaat pengobatan tradisional akupuntur,” katanya.

 

Dari sekian warga yang tertarik untuk berobat, juga ada warga yang minggu sebelumnya sudah ikut diobati, namun ternyata ia kembali untuk mengulang pengobatan. Di antaranya adalah Ida (56). Keluhannya adalah leher dan pundaknya yang sering terasa kaku.

 

“Karena merasakan manfaat pengobatan minggu kemarin yang cukup lumayan, jadi hari ini saya ingin lebih mantap lagi,” katanya.

 

Awi (74), mengeluh pinggangnya terasa sakit jika dibuat berjalan. Ini adalah pengalaman pertamanya diobati dengan teknik pengobatan akupuntur. Karena itu, di awal memutuskan untuk ber-akupuntur ia masih sedikit takut. Awi tampak suprise ketika praktisi yang mengobati dirinya bisa mengetahui kondisi tulangnya.

 

“Masih muda-muda, tapi saya salut akan skill pengobatannya yang mantap,” katanya mengapresiasi.

 

Juga hadir meninjau suasana pelaksanaan Bakes ini adalah Rudy dari Kesra Kecamatan Genteng dan Riyanto, bagian monitoring CFD Tunjungan.

 

Sebagai tambahan informasi, kegiatan Bakes pengobatan tradisional akupuntur ini terlaksana berkat kerjasama DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, DPD Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), Perkumpulan Naturopatis Indonesia – DPD Jatim, Perkumpulan Pengobat Tradisional Indonesia (PPTI), Ikatan Sinolog Indonesia, Kolegium Pengobat Tradisional Interkontinental, World Federation Of Chinese Medicine Societies, Universitas Katolik Darma Cendika, Kecamatan Genteng dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Tamam Malaka.

Related posts

Makestrad Peduli Sehat Ke-12, Suryawan: Pasien Kebanyakan Sakit Nyeri hingga Stroke

chenghoo1

Bhakti Kesehatan Pengobatan Tradisional Akupunktur Ke-9, Camat Tenggilis Mejoyo Berharap Diadakan Berkelanjutan

chenghoo1

150 Warga Surabaya Ikuti Pengobatan Akupuntur Gratis Di Masjid Cheng Hoo

chenghoo1