
SURABAYA (Chenghoo.co) – Masyarakat Surabaya semakin banyak pilihan dalam layanan pemulasaraan jenazah yang berkualitas. Hal ini setelah Yayasan Adi Jasa meresmikan Gedung Krematorium Adi Jasa baru yang dilengkapi fasilitas modern pada Sabtu (18/7/2026) pukul 10.00 WIB.
Acara peresmian gedung itu ditandai dengan pemotongan pita oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, didampingi Ketua Dewan Pembina Yayasan Adi Jasa Dr. HC. Alim Markus, Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu, dan Anggota DPR RI Komisi IX Indah Kurnia. Selain itu hadir pula jajaran pengurus yayasan, para donatur, perwakilan instansi terkait, Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya dan tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik adanya Krematorium Adi Jasa sebagai tambahan pilihan layanan bagi masyarakat di Kota Pahlawan. Menurut Wali Kota Eri, selain fasilitas yang telah ada di Keputih, kawasan Angkatan Laut, dan Kembang Kuning, keberadaan krematorium baru ini akan semakin memudahkan warga Surabaya memperoleh layanan pemulasaraan yang layak dan berkualitas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan para donatur Yayasan Adi Jasa yang memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat. Ini menjadi contoh bahwa ketika masyarakat dan pemerintah berjalan bersama, banyak hal baik dapat diwujudkan. Keberhasilan Kampung Pancasila di Surabaya juga tidak lepas dari peran warga yang dicontohkan pengurus Yayasan Adi Jasa,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Sementara itu Ketua Dewan Pembina Yayasan Adi Jasa Dr. HC. Alim Markus mengucapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan krematorium yang telah lama diharapkan.
Bertepatan dengan usia Yayasan Adi Jasa yang ke-40 tahun, ia berharap fasilitas baru ini semakin memperkuat komitmen yayasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Alim Markus juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan hingga gedung tersebut dapat diresmikan.
Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu mengatakan, kehadiran gedung krematorium merupakan cita-cita yang telah diperjuangkan oleh yayasan selama bertahun-tahun. Menurutnya, fasilitas baru tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Yayasan Adi Jasa yang selama ini dikenal sebagai penyedia layanan pemulasaraan jenazah lengkap dan profesional.
Gedung krematorium ini dilengkapi dua lini tungku kremasi modern yang beroperasi pada suhu sekitar 900–1.000 derajat Celsius. Sistem pembakaran menggunakan bahan bakar elpiji dengan teknologi ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan asap, debu, maupun bau.
Proses kremasi berlangsung sekitar 90 menit, dilanjutkan pendinginan sekitar 30 menit sebelum abu jenazah diproses dan diserahkan kepada keluarga untuk disimpan di dalam guci.
Pek Sugiarto Pangestu menjelaskan, keberadaan krematorium melengkapi fasilitas Yayasan Adi Jasa yang telah memiliki 58 ruang persemayaman, 2.645 kotak penyimpanan abu, serta 22 unit mortuary storage. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya yang telah memberikan dukungan melalui penerbitan izin pembangunan gedung tersebut.
Dalam acara itu, Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu juga menyerahkan cendera mata kepada Wali Kota Surabaya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta peninjauan langsung di berbagai fasilitas Gedung Krematorium Adi Jasa yang mengusung konsep modern, nyaman, dan berstandar tinggi. (fan)

