Chenghoo.co
Home » Baru Pertama Diadakan Bakes Akupuntur, Camat Benowo Harap Digelar Berkelanjutan
Headline Peristiwa Terkini

Baru Pertama Diadakan Bakes Akupuntur, Camat Benowo Harap Digelar Berkelanjutan

SURABAYA (Chenghoo.co) – Sebagaimana warga kecamatan-kecamatan lainnya di Surabaya yang menyambut antusias digelarnya Bakti Kesehatan (Bakes) pengobatan tradisional akupuntur gratis, hal sama juga ditunjukkan warga Kecamatan Benowo di gedung serbaguna Sememi RW 03. Fasilitas kursi lipat yang disediakan untuk pasien, terlihat terisi penuh, sehingga warga lainnya terpaksa antre pada MInggu (21/6/2026).

Oei Tjing Yen, Sekretaris Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia ((YHMCHI), menyampaikan terima kasih kepada Camat Benowo yang telah menyediakan semua fasilitas, sehingga kegiatan pengobatan berjalan cukup lancar.

“Sebagai informasi, Bakes lanjutan dilaksanakan pada 21 Juni di kecamatan Jambangan. SIlakan bagi warga yang mau hadir untuk berobat. Kami juga hadir di Jl Kapasan No 39, yaitu di Griya Sehat Cahyadi, ada kuota 20 orang untuk prasejahtera” katanya.

Yuri Widarko, S.H, Camat Benowo, menyampaikan terima kepada YHMCHI dan semua pihak yang terlibat dalam Bakes pengobatan akupuntur di wilayahnya. Ia menegaskan, kegiatan Bakes akupuntur merupakan yang pertama kalinya.

“Ini baru pertama kali di Benowo ada Bakes seperti ini. Kegiatan ini tentu merupakan wujud peran-serta seluruh stakeholder dalam pelaksanaan program Walikota Surabaya, yaitu kampung Pancasila. Saya berharap kegiatan ini bisa terus berkelanjutan. Dan kami siap memfasilitasi di wilayah lain di Benowo jika diadakan Bakes nantinya,” katanya.

Warga Benowo sendiri tampak cukup antusias menyambut Bakes akupuntur. Salah satunya adalah Abdurahman. Pria usia 70an tahun ini datang ke lokasi pengobatan ditemani anak dan cucunya.

“Kakek saya mengidap stroke, selama 5-6 tahun ini. Sudah beberapa kali berobat ke rumah sakit. Begitu tahu ada pengobatan akupuntur, beliau sangat bersemangat untuk diantar berobat ke sini. Mudah-mudahan melalui sarana akupuntur ini, nantinya ada perkembangan yang baik untuk kesehatan beliau,” kata sang cucu yang menemani Abdurahman, Faris.

Warga lainnya adalah Sumulyono (63). Ia datang bersama sang istri. Keduanya sama-sama mengikuti pengobatan akupuntur.

“Saya itu kalau bangun tidur, punggung suka sakit. Dan setelah pengobatan akupuntur tadi, sekarang mulai lebih lega,” katanya.

Justin Elyoenai, Tenaga Kesehatan Tradisional Interkontinental, mengatakan, kali ini pihaknya menerjunkan sebanyak 4 tenaga kesehatan tradisional (Nakestrad).

“Rata-rata warga yang berobat, keluhannya sakit pinggang, punggung, diabetes hingga stroke,” katanya.

Sebagai tambahan informasi, Bakes ini terlaksana berkat kerjasama DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim & DPD PITI Surabaya, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI),

Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok, Perkumpulan Pengobatan Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), Perkumpulan Naturopatis Indonesia, Perkumpulan Pengobatan Tradisional Indonesia (PPTI), Perkumpulan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) DPD Jawa Timur, Ikatan Sinolog Indonesia, Kolegium Pengobatan Tradisional Interkontinental, World Federation of Chinese Medicine Societies, Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC), Rumah Sakit Ubaya, serta Pemerintah Kecamatan Benowo, Surabaya. (Tamam Malaka)

Related posts

160 Warga Surabaya Ikuti Bakti Kesehatan Akupuntur Gratis di Kampus UKDC Surabaya 

chenghoo1

Bakti Kesehatan Pengobatan Tradisional Akupuntur, Digelar Kembali Di CFD Tunjungan Surabaya 

chenghoo1

Warga Sukolilo Antusias Ikuti Akupuntur Gratis

chenghoo1