
TONTON VIDIONYA DI SINI:
SURABAYA (Chenghoo.co) – Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H (2026 M) di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, Sabtu ( (21/3/2026), benar-benar membludak hingga ke halaman kantin. Pada sholat yang dihadiri sekitar 1.700 jemaah tersebut Imam dan Khatib Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Darmawan SHI.,MHI, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Hikmah, Lamongan, mengingatkan pentingnya saling memaafkan.
Dr. H. Ahmad Darmawan SHI.,MHI, dalam khotbahnya mengatakan, kita memang bisa menyendiri. Misalnya di dalam kamar saat bulan Ramadhan. Walaupun kita haus, tak ada orang yang tahu. Karena kamar dikunci, tetapi kita tetap dilihat Allah. Kita tetap dimonitor oleh Allah.
“Ini yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari. Sebelas bulan di luar bulan Ramadhan kita harus ingat kalau kita dimonitor oleh Allah. Kemana pun kaki kita melangkah. Apapun yang keluar dari bibir, kita harus ingat bahwa kita selalu diawasi oleh Allah,” katanya.

Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk membersihkan diri. Seseorang tak akan dekat dengan Allah, jika hatinya tidak bersih dan hatinya masih kotor. Dalam Ramadhan kita diajari untuk sifat tawadhu’ (yang berarti sikap rendah hati, tidak sombong, dan tidak merasa lebih baik dari orang lain, Red.)
“Semoga puasa kita diterima oleh Allah. Semoga kita diberi umur panjang. Semoga tahun depan kita diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa menjalankan puasa Ramadhan, Aamiin,” katanya.
Dikatakan, kita ingin dekat dengan Allah, tak cukup dengan kebersihan hati. Tak cukup. Kalau dosa-dosa kita kepada Allah bisa luntur dengan puasa. Bisa luntur dengan Sholat dan shodhakoh dan lainnya, tetapi dosa-dosa kita sesama manusia tidak bisa terhapus, bila kita tidak saling memaafkan.
Dalam hadis Muhammad Rasulullah SAW bersabda: Ada tiga, kata Rasulullah. Barang siapa tiga hal itu berada di dalam akhlak keseharian, maka Allah akan hizab amal kita dengan hitungan yang gampang.
Apa tiga hal itu?

PERTAMA: Bersedekahlah kepada orang yang kikir kepada kita. Bersedekah kepada orang yang tak pernah bersedekah pada kita. Jangankan duitnya, senyum pun tidak juga kepada kita. Kalau kita bersedekah kepada orang baik kepada kita gampang. Ini jangankan duitnya, senyumnya mahal kepada kita. Sulit? Iya, tapi pahalanya tinggi di hadapan Allah.
KEDUA: Memaafkan orang yang menyakiti kita, tanpa menunggu orang tersebut minta terlebih dahulu. Walau yang mempunyai salah dia, kitalah terlebih dahulu mintalah maaf. Tindakan tertinggi adalah memaafkan. Mari kita dalam Idul Fitri ini ajari hati kita untuk menjadi pemaaf.
Apa itu pemaaf? Memaafkan kesalahan orang lain tanpa menunggu yang bersalah minta maaf terlebih dahulu. Orang itu pernah memfitnah kita, kita maafkan orang itu sebelum mereka datang minta maaf. Inilah pemaaf. Sulit? Iya.
KETIGA: Sambung tali silaturrahim kepada orang yang memutus tali silaturrahim pada kita. Bila ada orang selama tiga hari tidak pernah menegur kepada kita, di WA tidak dibalas. Ditelepon tidak diangkat. Apa Tindakan kita? Kita yang harus datang ke rumahnya, Kita bawakan oleh-oleh untuk mereka.
“Kalau kita bisa menjalankan ketiganya, Allah akan memasukkan kita ke dalam surganya, karena itu kasih sayangnya Allah,” katanya.
Tiga hal itu mudah kita jalankan bila syaratnya:
PERTAMA: Jangan ada benci diantara kita. Kalau dalam hati tak ada kebencian, mudah untuk memaafkan. Kalau hati kita tak ada kebencian, maka mudah untuk memberi maaf dan mudah menyambung tali silaturahim.
KEDUA: Jangan marah. Kalau marah sulit memaafkan. Kalau marah tak ada silaturrahim diantara kita.
“Mudah-mudahan tiga hal tersebut ada dalam kehidupan kita,” pungkasnya.
Kepercayaan Tinggi
Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 (2026) ini merupakan rangkaian kegiatan Ramadhan di Masjid Cheng Hoo Surabaya. Kegiatan yang paling menonjol, yakni pembagian zakat mal kepada 32.000 warga Surabaya dengan total nilai Rp 16 miliar. Atau setiap mustahik (orang yang berhak menerima zakat) menerima Rp 500.000.
Berita ini menjadi salah satu berita yang viral selama Ramadhan di Surabaya dan Jatim pada umumnya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI). Pembagian zakat mal itu dibagi menjadi 12 kali pembagian.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, S.T., M.T. menyambut positif apa yang dilakukan YHMCHI di bulan Ramadhan 2026.
“Ini luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada YHMCHI dengan motornya yang selalu di depan, yakni H.M.Y. Bambang Sujanto. Beliau ini tidak pernah lelah untuk melakukan kegiatan kebaikan. Inilah potret warga kota yang mempunyai kepedulian tinggi,” kata Eri Cahyadi, saat memberikan sambutan pada acara penyerahan Zakal Mal ke-7 dari 12 yang direncanakan oleh YHMCHI, Rabu (4/3/2026).
Besarnya nilai zakat mal yang disalurkan YHMCHI memang membuat kita terkagum-kagum. “Ini semua karena kepercayaan para donatur kepada YHMCHI. Kami dengan penuh hati-hati menyalurkan zakat mal tersebut sesuai amanah pemberi zakat mal. Tepat nilai. Tepat sasaran, dan tepat waktu,” kata H.M.Y Bambang Sujanto (BS) , Pendiri dan Ketua Dewan Pembina YHMCHI.
BS menambahkan, pembagian zakat mal oleh YHMCHI tahun ini meningkat 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Terakhir, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada para donatur. Juga kepada semua yang terlibat pada acara ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus YHMCHI dan seluruh jajaran. Semoga Allah memberikan balasan setimpal atas kebaikan dan keikhlasannya. Aamiin,” pungkas BS. (H. Erfandi Putra)

