
SURABAYA (Chenghoo.co) – Ribuan warga Tionghoa menghadiri perayaan tahun baru Imlek yang digelar oleh Yayasan Bakti Persatuan (YBP), Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (PERPIT) Jatim dan Paguyuban Masyarakat Tiongnoa Surabaya (PMTS), di Ballroom BG Junction Mall, Surabaya, Kamis (12/2/2026).
Hermawan Santoso, Ketua YBP, mengatakan, Imlek telah menjadi kekayaan budaya bangsa Indonesia yang memiliki nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, seperti rasa syukur, kerja keras, kejujuran dan kepedulian sosial.
“Dan kita hidup di negeri yang majemuk, berbeda suku, agama, budaya serta bahasa. Namun kita dipersatukan oleh Pancasila dengan nilai-nilai kemanusiaan, persatuan dan kebersamaaan. Kebersamaan adalah kekuatan, sedang harmoni adalah fondasi bagi kemajuan bangsa,” katanya.
Hermawan melanjutkan, tahun ini memasuki tahun kuda api, yang melambangkan semangat yang menyala. keberanian, keteguhan hati, serta dorongan yang kuat untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

“Sebagai yayasan yang tumbuh bersama masyarakat, kami mengajak untuk terus bergerak, aktif membangun kebersamaan, dan mempererat hubungan lintas budaya, serta berkontribusi nyata dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan demi terciptanya kehidupan yang adil, rukun dan sejahtera,” katanya.
DR (HC) Alim Markus, Presdir Maspion Group, mengatakan, warga Tionghoa memiliki corak keberagaman dengan segala keunikannya. Ia mencontohkan warga Tionghoa di Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) dengan puluhan masjid yang dibangun dan khas Tionghoa. Ia juga berharap warga Tionghoa dapat memikirkan kondisi lingkungannya.
“Kita dilahirkan di bumi Indonesia harus bisa memikirkan lingkungan di sekitarnya. Kita rangkul semuanya menjadi keluarga besar Jawa Timur,” jelas Dewan Pembina YBP itu.
Juga hadir dalam kesempatan ini Mr. Ye Su, Konjen Tiongkok di Surabaya. Dalam sambutannya, ia mengatakan, hubungan Tiongkok-Indonesia selalu menunjukkan momentum perkembangan yang kuat. Tiongkok menjadi mitra terbesar Indonesia selama 12 tahun berturut-turut. Mulai dari kereta api cepat Whoosh hingga industropolis Batang.
“Kedua pihak memiliki kerja sama yang cukup potensial di bidang infrastruktur, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan lain sebagainya,” katanya.
Juga hadir Anggota DPR-RI Komisi IX, Indah Kurnia, yang menyumbang beberapa lagu. Kepala Bakesbangpol Surabaya Tunjung Iswandaru yang mewakili Walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Tampak juga HMY Bambang Sujatnto (Pendiri & Dewan Pembina YHMCHI-YPCHI), H.A Nurawi (Ketua Umum YHMCHI), dan pengusaha maupun tokoh Tionghoa lainnya.
Perayaan ini semakin meriah oleh unjuk aksi pentas seni, seperti barongsai, angklung dari Khay Ming School, tarian dari Little Sun School, tarian dari siswi SMP 21 Surabaya, tari Mongolia dari Ikatan Alumni Machung Surabaya, musik tradisional Tiongkok, pertunjukan taichi oleh Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) Jatim, serta Opera Beijing dari Sekolah Xin Zhong. (Tamam Malaka)

