Chenghoo.co
Headline Peristiwa

Disambut Antusias, Cheng Hoo Gelar Pengobatan Tradisional Akupuntur di Car Free Day

SURABAYA (Chenghoo.co)- Bekerja sama dengan organisasi pengobatan tradisional,
DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, DPD PITI Surabaya, dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), didukung oleh sejumlah komunitas Tionghoa, Camat Genteng dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, kembali menggelar Bakti Kesehatan (Bakes) pengobatan tradisional Akupuntur.

Namun berbeda dari gelar-gelar sebelumnya yang berlangsung formal di dalam gedung, kali ini berlangsung informal, yaitu di lokasi Car Free Day Surabaya. Tepatnya di pertigaan Tunjungan menuju pasar Genteng Baru, Minggu (13/7/2025).

Oei Tjing Yen, Sekretaris YHMCHI, didampingi Ivan Arista MBA (Ketua Kordinator Muda-Mudi PMTS), mengatakan, gelar Bakes yang tak biasa ini merupakan gagasan dari Muhammad Aries Hilmi, Camat Genteng. Ditambahkannya, acara pengobatan yang digelar sejak pukul 06.00 tersebut, banyak menarik perhatian warga. Beberapa warga bahkan terpaksa harus sabar antri.

“Alhamdulillah , rupanya kegiatan Bakes Akupuntur di lokasi Car Free Day ini disambut gembira warga yang sedang menikmati Car Free Day. Dalam waktu singkat, antriannya tak pernah jeda dalam tiga jam. Ada sekitar 40 warga yang mengikuti pengobatan tradisional akupuntur yang kami adakan.
Mudah-mudahan, kegiatan ini bisa kita gelar secara berkelanjutan,” katanya.

Suryawan, SE., B.Med., M.Med.,Ketua PPTII dan Kaprodi D4 Akupunktur dan Pengobatan Herbal UKDC, mengatakan, ia tak menduga sambutan warga cukup antusias pada gelar edisi perdana Bakes pengobatan akupuntur di lokasi Car Free Day Surabaya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada YHMCHI-PITI, juga Pemkot Surabaya yang telah membantu memfasilitasi kami untuk mengadakan layanan pengobatan tradisional akupuntur gratis untuk masyarakat Surabaya di lokasi Car Free Day ini, sehingga kita bisa ikut serta meningkatkan kualitas kesehatan warga Surabaya,” katanya.

Mustika Wati (70), seorang warga yang ikut diobati dengan pengobatan akupuntur, mengeluh sakit di kakinya sehingga cukup mengganggu ketika ia berjalan.

“Karena tadi saya lihat ada layanan pengobatan akupuntur ini, ya saya mencoba ingin merasakan. Ternyata lumayan hasilnya. Sekarang lebih enteng dibuat berjalan,” katanya.

Senada juga disampaikan Mundi (45). Keluhannya sakit pinggang. Selepas praktek ia juga merasa kondisinya membaik.

“Saya baru tahu, ternyata ada Akupuntur di lokasi Car Free Day. Semoga besok-besok tetap diadakan, karena besar manfaatnya bagi kita,” katanya.

Sebagai tambahan informasi, kegiatan Bakes pengobatan tradisional akupuntur ini terlaksana berkat kerjasama DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, DPD Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Surabaya, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), Perkumpulan Pengobat Tradisional Interkontinental Indonesia (PPTII), Perkumpulan Naturopatis Indonesia – DPD Jatim, Perkumpulan Pengobat Tradisional Indonesia (PPTI), Ikatan Sinolog Indonesia, Kolegium Pengobat Tradisional Interkontinental, World Federation Of Chinese Medicine Societies, Universitas Katolik Darma Cendika, Kecamatan Genteng dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Tamam Malaka.

Related posts

Integrasi Antara Metode Pengobatan Konvensional dan Tradisional, Penyebab Munculnya Kanker Multi Faktor

chenghoo1

150 Warga Surabaya Ikuti Pengobatan Akupuntur Gratis Di Masjid Cheng Hoo

chenghoo1

Nakestrad Peduli Sehat Ke -16, Bakti Kesehatan Untuk Warga Kecamatan Kenjeran

chenghoo1