
SURABAYA (Chenghoo.co) – Mengisi tahun baru imlek 2577 atau tahun 2026, Grand Heaven Surabaya kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui kegiatan sosial bertajuk “Peduli Imlek”. Acara yang melibatkan 100 warga prasejahtera ini, dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas agama, Selasa (10/2/2026).
Tung Tung, Pimpinan Grand Heaven Surabaya, mengatakan, gelar Peduli Imlek tahun ini merupakan tahun kelima yang diselenggarakan oleh Grand Heaven Surabaya. Tung Tung menambahkan, tahun ini Grand Heaven membagikan paket sembako lengkap. Lalu ada tambahan angpao dari Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) sebesar Rp 200 ribu.

“Dan saya sendiri memberikan keping keberuntungan yang kami sebut dengan Yenpau. Dalam hal ini, saya sangat bersyukur, karena selama 5 tahun ini, teman-teman dari PITI, YHMCHI dan YPCHI, selalu mensupport kami,” katanya.
Juga hadir dalam kesempatan ini Indah Kurnia anggota DPR-RI Komisi IX. Ia mengapresiasi komitnen Grand Heaven Surabaya yang selama ini memiliki perhatian kuat untuk sesama dan kemanusiaan tanpa melihat perbedaan agama.
“Karena itu saya mengapresiasi kegiatan sosial yang selama ini dijalankan oleh Grand Heaven. Karena memang tak ada yang perlu dipermasalahkan dari perbedaan, ini adalah harta karun Indonesia,” katanya.
Senada Ketut Panji Budiawan, S.H., S.Ag,
Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Jatim, mengapresiasi setinggi-tingginya atas gelar Peduli Imlek, dimana membantu sesama tanpa memandang suku maupun agamanya.
“Kita berharap agar kegiatan ini bisa terus berkelanjutan, menjadi penyambung tali silaturahim kita semua,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan KH Nur Kholis Sholeh, Wakil Ketua PCNU Surabaya. Ia berharap kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat dalam hubungan umat lintas agama.
“Semoga membawa berkah untuk seluruh umat dengan adanya kegiatan sosial yang cukup positif ini. Dan juga berkah kesuksesan selalu untuk Grand Heaven Surabaya,” katanya.
Oei Tjing Yeng (Sekretaris YHMCHI), didampingi ustad Haryono Ong (Ketua Takmir Masjid Cheng Hoo Surabaya), mengucap rasa syukur atas kelancaran acara. Ia berharap bantuan tersebut dapat menambah kegembiraan warga prasejahtera dalam merayakan momen Imlek.
Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat untuk warga prasejahtera, sehingga turut bergembira di tahun baru imlek,” katanya.
​Sebagai simbol toleransi yang kuat, acara “Peduli Imlek” ini dibuka dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh lima pemuka agama. (Tamam Malaka)

