
SURABAYA (Chenghoo.co)-Dalam rangka Projek Penguatan Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka, sebanyak 17 siswa kelas 8 Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama (NU), Madrasah Tsanawiyah (MTS) At-Taqwa, Kalanganyar, Karanggeneng, Lamongan, berkunjung ke Masjid Cheng Hoo Surabaya. Disambut oleh Ustadz Hasan Basri, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), Kamis (16/5/2025).
Selain menceritakan sejarah berdirinya Masjid Cheng Hoo, Ustadz Hasan Basri juga menjelaskan alasan di balik digunakannya nama Laksamana Cheng Hoo sebagai nama masjid.
“Melalui nama Cheng Hoo sebagai nama masjid, kami ingin meneladani kebesaran sosok Laksamana Cheng Hoo yang pernah beberapa kali singgah ke Nusantara. Meski memiliki kekuatan besar, tetapi beliau tidak pernah menjajah di setiap negeri yang beliau singgahi. Justru memperkuat persahabatan dengan antar bangsa dan negara. Dan perlu diketahui, beliau Islam sejak lahir, karena keluarganya juga muslim,” katanya.
Wildan Amiruddin, Waka Kurikulum MTS At-Taqwa Kalanganyar, mengatakan, kunjungan tersebut dilaksanakan berkaitan dengan tema Projek Penguatan Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka, yaitu tentang toleransi.
“Melalui Masjid Cheng Hoo ini, kami ingin mempelajari lebih dalam tentang toleransi. Dan memang kemajemukannya terasa disini. Pola keislamannya moderat. Bukan Islam yang terlalu ke kanan atau radikal. Juga bukan Islam yang terlalu ke kiri atau liberal. Rasa Islam moderatnya luar biasa,” katanya.
Dalam hal ini, juga hadir ikut mendampingi para siswa, yaitu Esti Nurhidayat (Direktur YPCHI) yang menjelaskan tentang lembaga pendidikan di Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia. Tamam Malaka.

