
SURABAYA (Chenghoo.co) – Sebanyak 96 anak sukses dikhitan dalam kegiatan Bakti Kesehatan (Bakes) Khitanan Massal yang diadakan di Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) pada Minggu (28/6/2026).
Ketua Pelaksana Harian YHMCHI, Ustad Hasan Basri, mengatakan, agenda sosial ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara DPW PITI Jawa Timur, YHMCHI, Yayasan Lima Bakti (YLB), Yayasan Anugrah Sentosa, Klinik Mata Tritya, PT Widaya Inti Plasma (Sepatu Trekkers), Kecamatan Genteng, serta Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

”Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua donatur atas partisipasinya, khususnya Yayasan Lima Bakti dan YHMCHI. Berkat dukungan tersebut, acara sosial yang sudah berlangsung untuk kelima kalinya ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.
Mewakili Ketua YLB Bintomo Halim, Fredi Salim mengatakan, khitanan massal ini merupakan agenda sosial tahunan yang rutin diselenggarakan oleh pihak yayasan, terutama memanfaatkan momentum libur panjang sekolah.
”Kepedulian sosial ini rutin kita adakan di setiap musim libur sekolah. Selain fasilitas khitan gratis, para peserta juga kami berikan santunan berupa uang saku, tas, sarung, dan baju takwa,” katanya.
Dari sisi medis, dr. Agus Santoso Budi, Sp.BP-RE (K), menjelaskan bahwa proses khitan kali ini menggunakan teknik sirkumsisi konvensional yang umum digunakan karena dinilai aman dan efektif.
“Biasanya, dalam waktu tiga hari luka khitan sudah sembuh,” katanya.
Apresiasi tinggi datang dari pihak pemerintah setempat. Kasi Kesra Perekonomian Kecamatan Genteng, Rochmi Nugrahani, S.KM., M.M., mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini bagi warga di wilayahnya.
”Kami sangat mengapresiasi digelarnya khitanan massal ini. Terlebih lagi, pelaksanaannya mengambil momen yang sangat tepat, yaitu hari libur sekolah, sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan ini dengan nyaman tanpa mengganggu proses belajar,” katanya.
Fahri (12), salah satu peserta khitan, menceritakan mengatasi rasa takut selama proses khitan berlangsung.
“Saya tutup mata dan tidak melihat, biar sakitnya tidak terasa. Alhamdulilah, meski ada rasa sakit, tapi lancar,” katanya. (Tamam Malaka)

