SURABAYA (Chenghoo.co)-Ciri terbaik dari umat yang terbaik di antaranya adalah melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Karena itu, ketika melihat adanya kemunkaran yang dilakukan oleh siapapun, maka ia akan ia akan meluruskan. Hal ini disampaikan oleh Gus Fahmi Amrullah, pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng Diwek, Jombang, dalam acara puncak Haul Maulana Malik Ibrahim yang ke-625, Gresik, Kamis, (4/9/2025).
“Walau begitu, meski kita perlu meluruskan, tetapi cara meluruskan itu harus dengan cara-cara yang ma’ruf. Bahkan nahi Munkar pun harus dengan cara yang ma’ruf. Artinya apa? Jangan melakukan amar ma’ruf, namun caranya munkar. Kalau caranya munkar, lalu apa bedanya kita dengan orang-orang yang munkar?” tandas pria yang masih cucu ulama besar hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari itu.
Taufiq Harris, Ketua Umum Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, mengatakan, dilaksanakannya haul Maulana Malik Ibrahim setiap tahun, pengurus selalu menitikberatkan pada tumbuhnya rasa cinta kepada para Auliya sebagai tauladan, menguatkan keimanan dan ukhuwah, mengajarkan nilai-nilai akhlak yang diajarkan rasul dan didistribusikan oleh para Walisongo, kemudian menghidupkan keislaman positif di tengah umat, di tengah perbedaan kultur.
“Rangkaian acara haul dimulai hari Rabu, menghadirkan Ustadzah Halimah Alaydrus dari Jakarta. Malam harinya, dilanjutkan sholawatan bersama Hadrah Ishari se-Jatim. Dan hari ini adalah puncak Haul, dimulai dari arak-arakan. Berjalan kaki dari pendopo kabupaten Gresik menuju makam Maulana Malik Ibrahim. Kemudian ditutup hari Jumat, haul ditutup dengan Semaan Al-Qur’an Ittihad yang dipimpin KH Ahmad Faiz Tajul Milla dari Surabaya,” katanya.
Dalam acara puncak Haul yang dihadiri oleh para kiai dan para habaib tersebut, juga dihadiri oleh Perhimpunan Pemangku Makam Auliya (PPMA) Se-Indonesia. Supratiknyo MT, dari PPMA Kanjeng Sunan Kalijaga, mengatakan, kehadiran PPMA Kanjeng Sunan Kalijaga tak lain untuk mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan antar pemangku makam Walisongo.

“Semoga dengan demikian, hubungan kekeluargaan senantiasa terjaga,” katanya.
Juga hadir dalam kesempatan tersebut ustadz Haryono Ong, (Ketua Takmir Masjid Cheng Hoo Surabaya). Tamam.

