DMI-LTMNU Kab. Malang Kunjungi Dua Masjid Cheng Hoo

(Kiri-Kanan)-KH Imam Sibaweh, Ustad Haryono Ong, KH Maman Satuman Abdul Karim dan Ustad Hasan Basri Fuk pada acara studi banding di Masjid Cheng Hoo Surabaya

SURABAYA (chenghoo.co)-Dua rombongan organisasi keagamaan, yakni Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU) Kabupaten Malang melakukan studi banding ke Masjid Cheng Hoo Pandaan dan Masjid Cheng Hoo Surabaya. Rombongan yang berjumlah 10  oarang tersebut diterima dengan penuh kehangatan oleh takmir kedua masjid Cheng Hoo tersebut.

Setelah selesai mengunjungi Masjid Cheng Hoo Pandaan, rombongan tepat pukul 13.00, Sabtu (27/3/2021) siang diterima oleh Ketua Takmir Masjid Cheng Hoo Surabaya, Ustad Hariyono Ong dan Ketua Harian Yayasan Haji Masjid Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) Ustad Hasan Basri Fuk. Rombongan ini juga ingin mengunjungi Masjid Cheng Hoo Gua China Malang Selatan dikemudian hari.

Ketua LTM NU Kabupaten Malang, KH Maman Satuman Abdul Karim, M.Si, mengatakan, rombongan ini pada intinya ingin bersilaturrahim. Kita sama-sama mengetahui, masjid Cheng Hoo yang ada di Jatim banyak “diminati” masyarakat. Jemaahnya banyak. “Saya melihat sendiri di Masjid Cheng Hoo di Pandaan begitu ramai dikunjungi umat Islam. Nah seperti inilah yang akan kami pelajari. Kami ingin mencari tahu bagaimana para takmir masjid Cheng Hoo mengelolanya,” katanya.

Menurut dia, masjid Cheng Hoo yang dengan arsitektur unit rasanya menjadi daya tarik sendiri bagaimana umat Islam datang untuk bersembahyang misalnya. “Malang yang dikenal dengan daerah pariwisata sudah barang tentu perlu menghadirkan lagi masjid Cheng Hoo. Tidak hanya di Malang Selatan saja. Mengapa? Agar wisatawan yang berkunjung ke Malang, mempunyai daya tarik untuk melakukan ibadah. Sholat misalnya. Pokoknya kami ini ingin belajar cara mengelolanya,” katanya.

Rombongan dari Malang ketika bersilaturrahim ke Masjid Cheng Hoo Pandaan

Sementara itu, KH. Imam Sibaweh, Ketua DMI Kabupaten Malang juga mengatakan, kedatangannya untuk mempererat tali silaturrahim. “Kami ingin belajar bagaiman Masjid Cheng Hoo pengelolaan masjid , pemberdayaan umat hingga penghimpunan sumber dana. Di Malang, terdapat PITI. Karena itu, kehadiran masjid Cheng Hoo di Malang masih diperlukan,”katanya.

Ini katanya, agar muslim Tionghoa di Malang semakin erat melakukan tali persaudaraan. Dengan adanya masjid Cheng Hoo di Malang (selain Gua China) akan menambah syiar Islam. “Kami berharap studi banding yang dilakukan ini berbuah manfaat untuk kemajuan dakwah Islam,” katanya

Ustad Hasan Basri Fuk yang mewakili Ketua Umum YHMCHI, H.A. Nurawi mengatakan, menyambut baik kedatangan rombongan tersebut. Sudah sepantasnyalah, kita umat Islam ini saling bahu membahu dalm syiar Islam. “Kalau kita bersatu, maka hasilnya akan lebih baik lagi dalam dakwah. Masjid merupakan sumber ibadah. Tempat menyelesaikan berbagai persoalan. Inilah pentingnya manajemen untuk mengatur semuanya,” katanya.

Hasan Basri juga mengatakan, membangun hal kebaikan merupakan salah satu program yang ada di Masjid Cheng Hoo Surabaya. Masjid bukan hanya tempat ibadah saja. Fungsi sosial masjid juga harus dijalankan. Di Masjid Cheng Hoo Surabaya, salah satu programnya menyantuni kaum duafa di setiap Ramadhan. “Setiap Ramadhan, kami Alhamdulillah berhasil menyantuni sekitar 15.000 kaum duafa. Di masa pandemic ini hanya sekitar 7.000 yang dapat kami santuni. Semua ini atas kemurahan hati para donatur kita,” katanya.

Ustad Hariyono, Ketua Takmir Masjid Cheng Hoo Surabaya mengucapkan terima kasih atas kunjungan kedua lembaga Islam dari Kabupaten Malang itu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak semua. Mohon maaf bila ada kekurangan dalam penyambutan ini. Yang jelas kunjungan ini menambah tali silaturrahim diantara kita,” pungkasnya (Erfandi Putra)