Wisata Kampung Pecinan, Destinasi Wisata Baru di Kota Surabaya

SURABAYA (chenghoo.co): Warga kota Surabaya memiliki pilihan destinasi wisata baru yang bisa dikunjungi di Jl. Kapasan Dalam, Kelurahan Kapasan, Simokerto. Di lokasi yang juga dikenal dengan Kampung Pecinan tersebut, sedang dilakukan proyek pembangunan Wisata Kampung Pecinan. Peresmiannya awal proyek dilaksanakan tepat pada hari pahlawan oleh Ir. Ahmad Agung Nurawan, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Selasa, (10/11/2020).

“Kampung Wisata Pecinan ini dibangun atas dasar sejumlah pertimbangan. Di antaranya terkait sejarah Kapasan Dalam di masa lalu yang dikenal sebagai pemukiman masyarakat Tionghoa,” kata Djaja Soetjianto, Ketua RW 08, ketika memberi sambutan pada acara peresmian Awal Proyek Kampung Wisata Pecinan.

Djaja menambahkan, ada banyak peninggalan kuno di kampung Kapasan Dalam yang usianya sudah ratusan tahun, seperti Balai RW Kuno, rumah kuno khas Pecinan, hingga Klenteng Boen Bio. Menariknya peninggalan-peninggalan tersebut masih sangat terawat.


“Dan nanti akan kita kembangkan secara bertahap. Tidak hanya mural dan kuliner, juga akan kita tambah ornamen dan gapura. Kita juga akan mengembangkan Museum Kung Fu, di mana pernah dipakai sebagai tempat untuk berjuang. Harapan kita, semoga nantinya benar-benar dapat membantu tumbuhnya perekonomian masyarakat,” katanya.

Sekretaris Disbudpar Surabaya, Ir Ahmad Agung Nurawan ketika memberikan sambutan

Sementara itu, Ir. Ahmad Agung Nurawan, berharap terbentuknya destinasi wisata kampung pecinan tersebut nantinya, dapat mendorong geliat perekonomian bagi masyarakat sekitarnya. Ia mengusulkan agar seluruh bisa bersatu menjadi satu paket wisata yang utuh.

“Dengan demikian, bicara wisata kampung pecinan maka hanya ada di sini. Dan tidak ditemui di tempat lain,” katanya.

Liem Ou Yen, Kordinator Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya, mengatakan, dengan adanya Kampung Wisata Pecinan, maka masyarakat yang ingin menikmati warna dan bentuk kebudayaan Tionghoa bisa mendatangi Kapasan Dalam.
Ketua RW, Djaja Soetjianto

“Karena apa? Masing-masing kebudayaan itu harus kita pelajaran sendiri-sendiri. Jawa ada sendiri, demikian juga Tionghoa. Jadi jika ingin mengetahui budaya Tionghoa bisa ke Kapasan Dalam,” katanya. Tamam Malaka

Tags: