Tahap Awal, Cheng Hoo Distribusikan 5.000 Paket Sembako di Surabaya

 

Panitia dan Relawan berpose bersama sebelum menyebar ke sejumlah kampung di Surabaya

 

SURABAYA (chenghoo.co): Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jatim, Yayayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) bersama Paguyuban Masyararakat Tionghoa Surabaya (PMTS), Klenteng Boen Bio Kapasan Surabaya, Baksos’e Surabaya, Ling Tien Kung Koordinator Toni Liono, Ansor dan Banser serta Polsek Genteng, Minggu (19/4/2020) menggelar pembagian sembako untuk masyarakat Surabaya.

Mereka juga mengajak masyarakat Surabaya bergotong-royong membantu masyarakat Surabaya yang terkena langsung dampak penyebaran virus Covid-19 (Corona).

“Pada tahap awal ini, kami distribusikan 5.000 paket sembako kepada anggota masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 atau virus corona. Setiap paket sembako tersebut berisi 5 kg beras, minyak goreng 1 liter, mie instan 5 bungkus hingga masker kain. Paket sembako ini akan diberikan kepada anggota masyarakat yang terdampak covid-19 langsung,” kata H. Nur Awi, Ketua Umum YHMCHI ketika secara simbolik menyerahkan paket sembako kepada perwakilan warga yang menerima di halaman Masjid Cheng Hoo Surabaya, pagi tadi.

Tampak hadir pula pada acara tersebut, perwakilan dari PITI Jatim, Koordinator PMTS Lim Ou Yen, Rasidi Wakil Bendahara PWNU Jatim, Handoko Tjokro Makin Boen Bio Surabaya, Bambang Udi Pimpinan Baksos’e Suroboyo, Badrus Sholeh Ketua Ansor Genteng, Perwakilan dari Ling Tien Kung Koordinator Toni Liono dan sejumlah undangan lainnya.

Awi mengatakan, untuk kelancaran pendistribusian, panitia sudah melakukan pendataan detail (survei) calon penerima paket sembako, agar paket ini benar-benar diterima yang berhak dan benar-benar membutuhkan.

Untuk itu, sebelumnya panitia melakukan kerjasama dengan perangkat kampung di sejumlah daerah di Surabaya seperti, RT dan RW hingga kelurahan dengan harapan panitia mendapatkan akurasi data. Paket sembako diserahkan door to door. Setelah penyerahan sembako tahap pertama ini dilaksanakan, InsyaAllah akan ada pembagian sembako tahap selanjutnya.

“Para relawan yang berjumlah sekitar 50 orang ditambah dengan panitia pelaksanaan pembagian sembako ini telah mengacu kepada SOP atau standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Pada saat pelaksanaan pembagian sembako, para relawan dan panitia sebelumnya sudah dicek suhu badannya.

Saat pembagian sembako, mereka menggunakan masker, sarung tangan, penutup wajah atau face shield, hand sanitizer serta menjaga jarak fisik. Pelaksanaan standar kesehatan saat pembagian sembako tersebut memang menjadi perhatian panitia, sehingga diharapkan tidak menimbukan ekses yang tidak diharapkan.

Kepedulian
Lim Ou Yen dalam sambutannya mengatakan, apa yang dilakukan oleh kita sekarang ini merupakan bentuk keberpihakan kita kepada sesama. Dalam situasi seperti ini, dimana wabah covid-19 masih menjadi ancaman, maka kepedulian sesama sangatlah dibutuhkan.

“Tidak sedikit anggota masyarakat yang terdampak virus ini, dan mereka membutuhkan uluran tangan kita,” katanya.

Perusahaan tak sedikit mengalami kerugian. Ini bukan masalah nasional saja, tetapi sudah masalah global. Dirinya merasa bangga, karena sejumlah pengusaha papan atas melakukan gerakan melawan covid-19 dengan memberikan bantuan sembako kepada sejumlah masyarakat di Jatim.

“Beberapa waktu lalu Bos Maspion Group, Alim Markus memanggil sejumlah pengusaha papan atas. Mereka bersepakat untuk membantu sesama. Saya bangga, meski perusahaan dalam keadaan tidak begitu bagus, tetapi mereka masih memikirkan saudara-saudaranya,” katanya.

Kamis (16/4/2020), para pengusaha yang mengatasnamakan Masyarajat Tionghoa Surabaya itu sudah memberikan bantuan 10 ton beras kepada PWNU Jatim untuk didistribusikan kepada masyarakat terdampat covid-19 di Jatim.

Tidak berhenti di sini, berbagai bantuan juga diserahkan kepada Polda Jatim misalnya sebanyak 20 ton beras, juga melalui Muhammadiyah, Pemprov dan Pemkot Surabaya. “Dalam keadaan seperti ini memang kita harus bahu membahu membantu sesama,” katanya.

Sementara itu Rasidi mengatakan, dirinya benar-benar mengparesiasi apa yang terjadi di halaman Masjid Cheng Hoo Surabaya ini. Di saat seperti ini kita membutuhkan kebersamaan. Apa yang dilakukan Cheng Hoo dengan mitranya adalah bentuk kepedulian sesama. Tidak sedikit saudara-saudara kita yang terkena imbas covid-19.

Sejumlah orang yang biasa kerja, sekarang tak bisa bekerja, karena itu paket sembako ini sangatlah berguna bagi mereka.

“Hingga saat ini PWNU Jatim terus menyalurkan sembako dari donatur yang dipercayakan kepada PWNU Jatim. Kami sudah mempunyai 45 cabang yang siap menyalurkan distribusi sembako di Jatim. Satgas-satgas sudah siap menyalurkan bantuan tersebut,” katanya.

Sementara itu, acara seremonial tersebut ditutup dengan doa oleh Ustad Hasan Basri Fuk. “Mari kita berdoa semoga kita terbebas dari covid-19 ini. Dan mari kita doakan para donator agar diberi panjang umur dan usahanya diberi kelancaran,” katanya.

Setelah itu, panitia dan para relawan langsung menyebar ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan. “Alhamdulillah semua berjalan seperti yang kita rencanakan. Laporan dari 9 posko semuanya berjalan lancar. Warga bergembira menerima sembako dan pelaksanaan pembagian sesuai dengan SOP kesehatan. Saya atas nama panitia mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dalam acara ini. Semoga amal jariyah , tenaga, pikiran, dan waktu yang telah disediakan menjadi pemberat amal dan menjadi saksi di yaumil kiyamah,” kata Achmad Subiantoro, Ketua Panitia.

Dari lapangan dilaporkan bahwasanya anggota masyarakat yang menerima paket ini mengungkapkan kesenangannya dengan mengatakan Alhamdulillah. “Saya mewakili warga RW I, Kelurahan Ketabang, Posko Kanginan mengucapkan terima kasih kepada Cheng Hoo dan mitranya,” kata Moch. Khoirul.

Hal senada juga dikatakan oleh Murijati dan Saefudin. “Kami mewakili warga RW 9, Kelurahan Kapasari mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Semoga barokah,” kata mereka berdua. H. Erfandi Putra

Tags: