Puti Kunjungi Masjid Cheng Hoo

Menjelang Perayaan Imlek pada 16 Februari 2018, sejumlah pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI), PITI dan Ta’mir Masjid Cheng Hoo Surabaya dikejutkan dengan kedatangan Calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno bersama rombongan, Rabu (14/2/2018) siang. Sejumlah pengurus seperti Herman Halim, H. Djoko Wijaya hingga Ustad Haryono menyambut tamu yang tak lain cucu Bung Karno itu.

Selain itu, Puti juga mengejutkan para ibu-ibu yang tergabung dalam Pengajian Raboan Cheng Hoo. “Kami juga terkejut dengan kedatangan Puti. Mbak Puti sempat tanyak-tanyak kepada sejumlah ibu-ibu perihal pengajian tersebut,” kata Ibu Djoko Slamet, ketua pengajian tersebut.

Ustad Haryono mengatakan, kedatangan Puti ke Cheng Hoo merupakan suatu kehormatan. “Ya kita sambut sebagaimana mestinya sebagai tamu. Kita ini kan harus menghargai semua tamu yang datang ke Cheng Hoo ini. Apalagi, Puti merupakan cucu Bung Karno, pendiri republik ini,” katanya.

Sementara itu, Pengurus YHMCHI Herman Halim menyambut dengan hangat kedatangan Puti di Masjid Cheng Hoo Surabaya. Herman Halim mengatakan, kehadiran Puti tersebut terkait dengan perayaan Imlek yang tak lama lagi akan diperingati oleh masyarakat Tionghoa di mana pun berada.

Pada kunjungan yang berlangsung siang hari tersebut, Puti langsung diberikan pakaian khas Tionghoa yang biasa disebut dengan Cheongsam. Puti mengatakan bahwa melalui perayaan Imlek tersebut, pihaknya ingin memantabkan semangat persatuan.

Kandidat Wakil Gubernur yang akan berdampingan dengan Calon Gubernur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengingatkan pentingnya komitmen persatuan.

“Kedatangan kami ini untuk menghargai teman-teman yang merayakan Tahun Baru Imlek yang akan datang lusa nanti. Mereka adalah saudara-saudara kita juga dalam wadah Bhinneka Tungal Ika,” ujar Puti di sela kunjungannya.

“Melalui momentum Imlek ini, kami berharap kepada semua kalangan untuk tetap merawat persatuan, merawat kebhinekaan, keharmonisan, dalam bernegara,” lanjut cucu Presiden Pertama RI, Ir Soekarno ini.

Puti pada kesempatan kunjungan tersebut juga sempat menyaksikan pertunjukan seni Barongsai yang dibawakan oleh beberapa seniman setempat di halaman masjid.
Puti mengatakan, meskipun Barongsai bukan sebagai tradisi asli yang berasal dari masyarakat Jatim namun ia menjelaskan bahwa seni ini bisa menjadi alternatif aliran yang bisa dikembangkan di Jatim.

“Menurut saya, kebudayaan di Indonesia memang merupakan hasil dari proses akulturasi yang ada di dunia. Termasuk juga Tionghoa. Sehingga, Barongsai juga salah satu kebudayaan bagi kita,” ujar mantan anggota DPR RI ini. (Erfandi Putra)

Rate this article!
Tags: