Peringati HUT RRT ke-68, Pakde Karwo Ajak Pengusaha Tiongkok Bantu Masyarakat Kecil

SURABAYA (chenghoo.co) – Saat menghadiri undangan hari ulang tahun (HUT) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ke-68 di Ballroom Shangrilla Hotel, Surabaya, Kamis (28/9/2017) malam,  Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo kembali mengingatkan nasib perekonomian masyarakat kecil di tengah perekonomian dunia yang semakin kapitalistik.

Pakde Karwo sapaan akrabnya mengakui, bahwa ekonomi dunia khususnya Tiongkok semakin membaik. Namun, kalau sektor industri semakin efisien dan pelaku usaha yang kecil terpinggirkan pendapatan ekonomi masyarakat akan semakin menurun.  “Saya mengajak, kepada pengusaha Tiongkok untuk menyisihkan sebagian keuntungan untuk membantu masyarakat khususnya pada industri dan ekonomi kecil,” tegasnya.

Menurutnya, siklus antara produksi dan pasar harus berjalan seimbang. Jika tidak dilakukan, dikhawatirkan masyarakat yang kecil kalah dalam kompetisi pasar. Jika itu yang terjadi produk produk Tiongkok tidak ada yang membeli akibat daya beli masyarakat rendah. “Saya khawatir siklus ekonomi menuju ke sana,” ujarnya.

Dalam membela masyarakat kecil, perlu dilakukan langkah langkah konkrit di antaranya peningkatan hubungan kerjasama serta menanamkan investasi secara nyata. “Kepada industri besar harus memberi kesempatan kepada industri kecil untuk dapat berkembang. Saya melihat pengusaha Tiongkok memberi kesempatan ndustr itu,” tegasnya.

Di hadapan Konjen AS, Jepang, Australia dan seluruh pengusaha dari perwakilan ndust sahabat di Jatim, Pakde Karwo mengajak untuk bergandengan tangan membantu ndustry kecil di Jatim. “Percuma produksi dilakukan secara efisien jika daya beli masyarakat turun. Mari kita bersama sama untuk membantu ndustry kecil agar terus hidup dan tumbuh sehingga daya beli masyarakat juga akan meningkat,” tegasnya.

Istimewanya Jatim

Konsulat Jenderal (Konjen) RRT di Surabaya Gu Jingqi menyatakan, Jatim memiliki tempat khusus bagi warga Tiongkok. Hubungan komunikasi dan kerjasama yang telah terjalin secara intens antara Tiongkok dan Jatim harus diperkuat. “Sudah 3 tahun, Jatim dan Tianjin saling mendirikan Pusat Pertukaran dan Kerjasama dan mendapatkan hasil yang pragmatis,” imbuhnya.

Bahkan, Konjen RRT bersama Pemprov Jatim mengadakan Matchmaking Meeting antar perusahaan Tiongkok dan Jatim beserta Dinas Pendidikan mengadakan Lomba Pengetahuan Budaya Tiongkok yang telah mampu menarik banyak mahasiswa maupun siswa/siswi SMA untuk berpartisipasi.

“Semua prestasi tersebut adalah hasil usaha dari pemerintah serta masyarakat. Saya percaya perkembangan hubungan persahabatan Tiongkok-Indonesia akan menciptakan kesejahteraan di masa mendatang,” terangnya.

Sekadar diketahui di ulang tahunnya sat sekarang ini, nilai GDP Tiongkok berhasil meningkat dari angka 10 milliar dollar AS hingga menembus 11 trilliun dollar AS.

Tiongkok telah menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia. Tiongkok merupakan negara dengan cadangan devisa dan industri manufaktur terbesar di dunia. Jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke luar negeri mencapai 122 juta jiwa. Di bidang infrastruktur, Tiongkok memiliki kereta api cepat dengan panjang mencapai 22 ribu kilometer dan menduduki lebih dari 60 % panjang jalur kereta api cepat di seluruh dunia.

Gu Jingqi menilai, hubungan kemitraan strategis yang komperhensif antara Tiongkok dan Indonesia terus maju dan berkembang. Kondisi ini sudah memasuki masa yang terbaik dalam sejarah. “Hubungan ekonomi dan perdagangan terus berkembang dan wilayah kerja sama semakin di perluas. Nilai perdagangan kedua negara telah mencapai 47,6 milliar dollar AS. Investasi asal Tiongkok ke Indonesia mencapai 5 milliar dollar AS. Indonesia menjadi negara tujuan investasi terbesar ke 3.

Di bidang pertukaran budaya, kedua negara juga terus diperdalam. Tercatat sebanyak 1.45 juta wisatawan Tiongkok berwisata ke Indonesia. “Tiongkok telah menjadi negara dengan sumber wisatawan terbesar bagi Indonesia. Hingga paruh pertama tahun 2017, jumlah wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia sudah mencapai 1.02 juta jiwa,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan ini tersebut antara lain Konjen Amerika Heather Variava, Konjen Jepang Masaki Tani, Konjen Australia Chris Barnes. Serta turut hadir, Anggota DPR RI Indah Kurnia dan Ketua PW Muhammadiyah Saad Ibrahim. (sir/faz)

Tags: