Tiongkok Siapkan Rp 1.649 Triliun Bangun Jalur Sutra Baru, RI Harus Bisa Manfaatkan Peluang

Tiongkok berambisi untuk membangun ekonomi dunia. Negara tersebut menyiapkan investasi 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 13.000 triliun untuk membangun infrastruktur setidaknya di 60 negara. Fantastis.

Sekitar 124 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.649 triliun diantaranya dipersiapkan untuk membangun Jalur Sutera Baru. Bagi Indonesia, hal tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan.

Dr Tuty Enoch Muas, Dosen Universitas Indonesia (UI), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Bidang Studi Sejarah Tiongkok mengatakan, ini merupakan peluang bagi Indonesia. “Indonesia merupakan negara yang dilewati atau ada di peta Jalur Sutera tersebut. Karena itu, peluangnya cukup besar untuk dapat ‘menikmati’ investasi tersebut,” kata Dr Tuty kepada Wartawan Majalah Cheng Hoo di Jakarta, Sabtu (10/6/2017).

Apalagi, kata Tuty, saat ini hubungan antara Indonesia dengan Tiongkok berjalan cukup baik. Saat ini sejumlah investasi, khususnya di bidang infrastruktur Tiongkok di Indonesia cukup banyak. Ini merupakan modal Indonesia untuk dapat “menikmati” investasi tersebut. Sekarang tinggal bagaimana kita dapat memainkan peran didalamnya. Investasi sebesar ini cukup besar.

Secara keseluruhan pemerintah Tiongkok berjanji menggelontorkan investasi hingga 1 triliun dollar AS atau lebih dari Rp 13.000 triliun, untuk membangun infrastruktur yang luas di 60 negara di dunia. “Menurut saya, ini harus menjadi skala prioritas bagi negara ini untuk bisa memainkan peran, di saat perekonomian mengalami kelesuan,” kata Tuty.

Keseriusan Tiongkok untuk membangun infrastruktur tersebut ditunjukkan lewat program ‘Jalur Sutra Baru atau One Belt One Road’. Keseriusam tersebut ditunjukkan Negeri Tirai Bambu itu dengan mengumpulkan 29 kepala negara dalam forum pertemuan The Belt and Road Forum for International Cooperation (BRF), 14-15 Mei 2017 di Beijing, Tiongkok.

Dr Tuty Enoch Muas

Dalam forum yang digelar di Yangqi Lake International Conference Center (ICC), Presiden RRT, Xi Jinping, menjanjikan 124 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.649 triliun (kurs Rp 13.300/US$) untuk mendukung program Jalur Sutra Baru. Dana tersebut siap digelontorkan mendukung Jalur Sutra baru, mulai dari membangun infrastruktur hingga konektivitas dengan negara-negara di sepanjang Jalur Sutra.

Jalur Sutra Baru, sesuai keinginan Tiongkok, bakal menghidupkan kembali jalur perdagangan di masa kuno yang menghubungkan Asia (Tiongkok) hingga Eropa (Romawi). Dengan jalur darat yang membentang dari Tiongkok Daratan melewati Asia Tengah, dan berakhir di beberapa titik di Benua Eropa dan Afrika. “Kita harus membangun pola kerja sama dan menjunjung tinggi upaya untuk meningkatkan ekonomi dunia,” kata Xi Jinping seperi dikutip dari Reuters, beberapa waktu lalu.

Sementara jalur laut, Tiongkok akan menghidupkan kembali perdagangan di laut seperti di masa dinasti-dinasti Tiongkok melewati Asia Tenggara. Tiongkok sendiri menjanjikan keuntungan dengan dibukanya Jalur Sutra Baru, dengan menghubungkan kawasan industri di sepanjang jalur perdagangan baru itu.

Yang terbaru, negara tersebut sukses merealisasikan jalur kereta dari Kota Yiwu, Provinsi Zhejiang, ke London, Inggris, dengan jaraknya 12.000 kilometer. Perjalanan kereta ini sekaligus upaya Tiongkok menghidupkan perdagangan dengan Eropa Barat dengan jalur sutra yang lebih modern.

London merupakan kota ke-15 yang terhubung dengan jaringan kereta api barang yang dioperasikan oleh China Railway Corporation, yang diklaim lebih murah daripada angkutan barang menggunakan udara dan kapal.

Angkutan kereta api memakan waktu 30 hari lebih cepat dibandingkan kapal. Namun, kereta yang dinamakan East Wind ini hanya mampu mengangkut 88 peti kemas, atau lebih sedikit dibandingkan kapal yang mampu membawa sekitar 10.000-20.000 peti kemas.

Selain Jokowi, beberapa sekutu dan mitra Tiongkok menghadiri forum tersebut di antaranya Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, dan Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev. Ada juga beberapa pemimpin negara Eropa yang hadir, termasuk Perdana Menteri Spanyol, Italia, Yunani, dan Hungaria.
……….selanjutnya : Perkuat Pengaruh…..

Tags: