Menjaga Istiqomah Setelah Ramadhan

HA Nurawi

Kita bersyukur telah dapat melaksanakan ibadah di bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadhan. Semoga Allah menerima segala amal kebaikan kita di dalamnya, baik berupa puasa, qiyamul lail, qiraatil qur’an, shadaqah dan amalan yang lainnya.

Apakah setelah berakhirnya Ramadhan, ibadah kita menjadi kendor. Jangan. Berakhir Ramadhan, berakhir pula segala amalan kita.

Pembaca yang budiman, jangan menjadikan amalan Ramadhan hanya sebagai amalan musiman. Mari kita jaga amalanamalan yang telah kita biasakan di bulan Ramadhan. Diantaranya kita lengkapi puasa Ramadhan kita dengan puasa 6 hari di bulan Syawal.

Rasulullah bersabda, yang artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR Muslim)

Salah satu bukti kita sukses melewati Ramadhan adalah dengan tetap istiqomah beribadah setelahnya. Setelah sebulan penuh kita bersungguh-sungguh dalam ibadah di bulan Ramadhan, kita ikuti dan kita jaga ibadah kita di bulan-bulan selanjutnya.

Hendaknya kita berusaha istiqomah dalam ibadah. Amalan yang sedikit tetapi istiqomah itu lebih baik daripada banyak tetapi hanya sesaat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta’ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit.” (HR Bukhari dan Muslim)

Mari kita isi seluruh hidup kita dengan ibadah kepada Allah, berpindah dari satu Kebaikan kepada kebaikan yang lain. Kita bertaqwa kepada Allah kapan pun dan di mana pun kita berada.

Jangan sampai kalau di bulan Ramadhan kita menjadi seorang yang begitu dekat Dengan ketaqwaan, tetapi di luar Ramadhan sangat jauh dari-Nya. Banyak cara agar kita bisa istiqomah dalam beribadah kepada Allah.

Hal yang terpenting adalah menghadirkan dalam hati kita pengagungan terhadap Allah dalam setiap ibadah yang kita lakukan. Jika hati kita dipenuhi dengan pengagungan terhadap Allah maka kita akan ringan melakukan ibadah dan mudah pula untuk istiqomah mengerjakannya.

Kita melakukan ibadah dengan penuh keikhlasan dan cinta pada Allah, bukan sekedar melepaskan beban kewajiban (ibadah) dari diri kita. Diantara cara agar kita dapat istiqomah dalam ibadah adalah dengan mencari lingkungan dan teman-teman yang baik. Lingkungan yang baik akan mendukung kita untuk melakukan ibadah.

Untuk itu hendaknya kita berusaha selalu dekat dengan masjid. Dekat dengan masjid akan membuat kita rindu dengan ibadah. Menghadiri sholat lima waktu secara berjama’ah di masjid bagi laki-laki atau menghadiri majelis dzikir/ilmu.

Rate this article!
Tags: